6/24/22

Komunitas belajar






Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah dimana mereka berpartisipasi aktif

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, komunitas belajar mendukung guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya untuk dapat mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi saat implementasi Kurikulum Merdeka.
Komunitas belajar memang sangat dibutuhkan agar guru-guru dapat saling berinteraksi dan berbagi informasi. Dengan komunitas belajar, guru-guru dapat berinteraksi secara rutin untuk mendorong implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu komunitas belajar dapat mendorong anggota agar selalu mendorong untuk meningkatkan kompetensi diri.

Pengumuman Hasil Seleksi Akademi PPG

 


Pengumuman Hasil Seleksi Akademi PPG Dalam Jabatan Tahun 2022

Bagi guru yang dinyatakan lulus seleksi akademik, agar memantau informasi pelaksanaan PPG Dalam Jabatan secara berkala pada laman https://ppg.kemdikbud.go.id/
Adapun pelaksanaan PPG Dalam Jabatan tahun 2022 akan diinformasikan selanjutnya.

6/14/22

Hal-hal Esensial Kurikulum Merdeka di Jenjang SD

Dalam Kurikulum Merdeka, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), dengan harapan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan.

Selain itu, pada Kurikulum Merdeka, terdapat Pembelajaran Berbasis Proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran. 



Inilah Hal-Hal Esensial Kurikulum Merdeka di Jenjang SD : 

  1. Penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman logistik
    • Untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan sebagai mata pelajaran Imlu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
    • Integrasi computational thinking dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS
    • Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan
  2. Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran



#KurikulumMerdeka
#MerdekaBelajar
#ProfilPelajarPancasila
#SekolahDasar

Materi



Muatan Pelajaran PKn

1. Hak sebagai Warga Masyarakat

Hak berarti sesuatu yang mutlak menjadi milik seseorang dan  penggunaannya tergantung kepada orang yang bersangkutan. Jadi, hak warga masyarakat adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik seseorang yang berkedudukan sebagai warga masyarakat. Bentuk hak warga
masyarakat seperti berikut.

a. Mendapatkan perlindungan hukum.
b. Mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
c. Menikmati lingkungan bersih.
d. Hidup tenang dan damai.
e. Bebas memilih, memeluk, dan menjalankan agama.
f. Berpendapat dan berorganisasi.
g. Mengembangkan kebudayaan daerah.

Soal Online



Sebelum mengerjakan soal, harap dilengkapi data terlebih dahulu, jika sudah, silakan kalian kerjakan soal-soal berikut ini!


Perangkat KBM










Administrasi Guru Kelas SD/MI Dalam Bentuk Microsoft Word

Semua berkas administrasi ini tersaji dalam bentuk microsoft word dan disatukan dalam link unduhan yang dapat anda temui dibawah. Dan berikut ini adalah isi dari semua dokumen administrasi yang telah kami rangkum:

Dengan adanya file ini akan sangat membantu anda serta menghemat waktu anda karena jika harus membuat format administrasi dan menyusunnya secara manual tentu akan membutuhkan banyak waktu. Maka akan lebih baik jika anda mengunduhnya saja. Silakan unduh secara gratis melalui link dibawah ini:

6/13/22

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

 “Kurikulum Merdeka Belajar” adalah model kurikulum yang saat ini sedang di-sosialiasi-kan dan di-animasi-kan oleh pemerintah ke seluruh satuan pendidikan yang ada di Indonesia, mulai dari SD, SMP, SMP, bahkan sampai ke Perguruan Tinggi (PT).

Model ini lebih dikenal dengan istilah kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Dengan “sosialisasi”, dimaksudkan suatu proses pengenalan, penjelasan, penguraian tentang seluk-beluk “kurikulum merdeka” kepada para “sahabat” atau “mitra” (Latin: socius) pemerintah dalam bidang pendidikan, yakni semua satuan pendidikan pada setiap level dengan karakteristik masing-masing. Dengan istilah “animasi”, diharapkan agar semua komponen dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan formal memiliki “jiwa” atau “semangat” (Latin: anima) yang sama dan menyatu dengan pemerintah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.


Tulisan ini muncul dari hasil pengamatan, analisis serta keprihatinan penulis terhadap proses implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada satuan pendidikan khususnya sekolah menengah atas (SMA) melalui kegiatan-kegiatan IHT (In House Training) yang sangat gencar dilaksanakan untuk mengejar target pencapaian sesuai rencana pemerintah. Dibalik semua upaya “kejar tayang” implementasi Kurikulum Merdeka Belajar ini, sesungguhnya tersimpan peluang dan tantangan yang patut disimak.

Untuk memahami esensi Kurikum Merdeka Belajar, kita kembali dulu pada pemahaman esensi Kurikulum 2013. Sejatinya Kurikulum 2013 berbasis pada Tujuan Pendidikan Nasional serta Standar Nasional Pendidikan (SNP) dengan penekanan pada pengembangan kemampuan (kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik), pembentukan sikap (penguatan karakter) dan peningkatan pengetahuan (Nuh, 2013). Setelah diterapkan selama hampir satu dekade, akhirnya pemerintah di era Jokowi mengeluarkan paradigma Kurikulum Merdeka Belajar melalui Kemendikbudristek.

Esensi dari “Kurikulum Merdeka Belajar” sebenarnya dapat dirumuskan dalam tiga hal pokok, yakni: (1) penyederhanaan konten pembelajaran yang berfokus pada materi esensial (simple content-based learning), (2) pembelajaran yang berbasis pada proyek yang kolaboratif, aplikatif dan multi-disipliner (project-based learning), dan (3) fleksibilitas dan penyelarasan (flexibility and fluidity) dalam penetapan capaian pembelajaran (CP) dan pengaturan jam pelajaran melalui Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang mengangkat profil “Pelajar Pancasila” dan pengenalan karakter pribadi peserta didik (Makarim, 2021). Penerapan “kurikulum merdeka” kemudian diatur melalui Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak.

Mengapa “Merdeka Belajar” ?
Paulo Freire, dalam bukunya Paedagogy of the Oppressed (Albertus, 2015) mengungkapkan bahwa esensi pendidikan itu tidak bisa dilepaskan dari “pembebasan” manusia dari ketidaktahuan, pemberian “kebebasan” untuk berpikir, berpendapat dan mengekspresikan kemampuan diri seseorang dalam suasana keterbukaan, persaudaraan dan kesetaraan sebagai sesama manusia yang secara kodrati dianugerahi rahmat “kebebasan” atau “kemerdekaan”.

Sejatinya manusia bukanlah “mesin” atau “robot” yang digerakkan secara mekanik. Meskipun manusia saat ini mampu menciptakan teknologi yang “menyerupai” manusia melalui pelbagai model dan aplikasi “kecerdasan buatan” (artificial intelligence) namun unsur “kemerdekaan” dan “kebebasan” sebagaimana dijelaskan oleh beberapa filsuf eksistensialis tetaplah semata menjadi milik khas manusia secara eksistensial (Tjahyadi, 2014; Suseno, 2010).

Manusia memang telah “ditakdirkan” untuk memiliki kebebasan dan kemerdakan, termasuk dalam dunia pendidikan. Maka, lahirnya “kurikulum merdeka” kiranya dapat dipahami dalam sitz im leben (konteks) kebutuhan dasar manusia (baca: peserta didik) untuk memiliki dan mengembangkan “kemerdekaan” pribadinya sehingga kelak mencapai taraf kedewasaan atau kematangan yang dibutuhkan dalam pekerjaan atau profesi kehidupan yang dijalaninya. Pertanyaannya mampukah setiap satuan pendidikan menerapkan kurikulum “merdeka belajar” sesuai dengan harapan pemerintah?

Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak
Sejatinya setiap satuan pendidikan itu harus terus bertumbuh dan ‘bergerak’ seiring perkembangan dunia dengan segala kompleksitasnya. Kehadiran ‘sekolah penggerak’ dan ‘guru penggerak’ harus dilihat dalam konteks peluang yang membantu implementasi “kurikulum merdeka” khususnya pada satuan pendidikan sekolah menengah. Tentu saja istilah-istilah ini mulanya menimbulkan pelbagai pertanyaan dan asumsi yang berbeda-beda dari pemerhati pendidikan dan juga pelbagai kalangan.

Yang dimaksud pemerintah dengan ‘sekolah penggerak’ adalah sekolah yang dijadikan semacam percontohan khusus penerapan “kurikulum merdeka” yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik (menyeluruh) dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter melalui program SDM yang unggul. Tentu saja untuk menerapkan program ini dengan lebih efektif dan efisien maka dipilihlah beberapa guru yang khusus atau spesial sesuai pertimbangan sekolah untuk dilatih menjadi ‘guru penggerak’ yang memelopori gerakan ‘merdeka belajar’ dan profil ‘pelajar Pancasila’ di masing-masing sekolah.

Menurut saya program ‘sekolah penggerak’ dan ‘guru penggerak’ ini dapat menjadi peluang yang baik dalam hal menghidupkan lagi model pembelajaran berbasis peserta didik (SCL), menggerakkan dan menghidupkan kembali minat dan kecintaan sekolah terhadap Pancasila sebagai dasar dan falsafah utama bangsa Indonesia, serta memberi ruang yang lebih leluasa bagi siswa dan guru dalam membangun interaksi dan komunikasi personal yang berbasis keakraban kontekstual, pendampingan personal (terutama peran guru-guru BP) serta pengembangan karakteristik kurikulum pada masing-masing sekolah (KOSP).

Project-Based Learning
Alfred North Whitehead dalam bukunya The Aims of Education (1929) sudah menjelaskan dalam bagian tentang the rhythm of education (ritme atau irama pendidikan) bahwa esensi pendidikan itu adalah sebuah “proses menjadi” (on being process); suatu “proses” yang membuat seorang manusia tumbuh dan berkembang menurut “irama” atau “ritme” kehidupan dengan segala kebutuhan, permasalahan, peluang dan tantangannya tersendiri.

Karena itu menurut Whitehead, pendidikan harus dipandang sebagai sebuah project of life yang dimulai sejak awal kelahiran hingga kematian seorang manusia. Pendidikan sebaiknya tidak dijadikan sebagai sebuah sistem yang kaku, statis dan konvensional serta terlalu administratif semata. Pendidikan yang sejati kiranya sampai membuat manusia menjadi semakin mampu bertindak dan bertanggung jawab sebagaimana kodratnya sebagai manusia (hominisasi) serta membuat manusia semakin mampu menghidupi nilai-nilai kemanusiaannya (humanisasi).

Project-based learning dipahami sebagai sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk memperdalam pengetahuan dan pengembangan kemampuannya sesuai karakter yang dimiliki melalui aktivitas problem solving dan investigasi. Peluang penerapan kurikulum “merdeka belajar” melalui PBL adalah mendampingi para siswa menemukan jawaban dan solusi atas problem pembelajaran yang dihadapi serta memberi kesempatan bagi mereka membuat inovasi-inovasi sederhana, seperti karya tulis (literasi), karya tangan (prakarya), dan karya pikir (logika, numerasi).

Tiga Tantangan
Penulis mencermati tiga tantangan berkaitan dengan perubahan kurikulum dan program pembelajaran berbasis proyek. Pertama, sebuah “proyek pendidikan” mana pun pasti harus didukung dengan dana atau budget yang terukur dan dipertanggungjawabkan.

Diharapkan agar para PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan pengguna anggaran di bidang pendidikan benar-benar bertanggung jawab dalam pembiayaan, penyaluran dan penggunaan anggaran secara transparan dan akuntabel. Kedua, masalah pengembangan SDM.

Kita perlu memilih lebih banyak pelatih ahli atau tutor yang membantu implementasi KMB dan PBL ini hingga benar dipahami oleh semua satuan pendidikan khususnya di sekolah-sekolah menengah. Dalam hal ini pemerintah harus membuat seleksi personal yang mumpuni.

Ketiga, sebaik dan sehebat apa pun kurikulum dan model pembelajaran yang hendak diterapkan di Indonesia, tetaplah kita masih ditantang dengan persoalan mentalitas masyarakat dan karakter personal, serta jaminan kontinuasi kebijakan politik di bidang pendidikan.

Pendidikan Vokasi

 Adanya program Magang dan Project Based Learning menjadi privilege dari Pendidikan Vokasi.

Dengan adanya program ini, #SobatVokasi mendapatkan kesempatan besar untuk mengasah kompetensi dan soft skills, hingga memperoleh sertifikasi yang dikenal dan diakui oleh dunia industri, Sob!
Belajar menjadi lebih efisien dan efektif karena terjun langsung dalam studi kasus yang ada di dunia industri.
Apa saja sih pelajaran berharga yang #SobatVokasi dapatkan ketika magang ataupun dalam praktik program Project Based Learning?



Teaching at the Right


Teaching at the Right Level adalah salah satu semangat di merdeka belajar, dimana pengajaran pada peserta didik disesuaikan dengan tingkat capaian atau kemampuan awalnya.

Guru melakukan asesmen terhadap level pembelajaran peserta didik, mengelompokkannya sesuai dengan yang memiliki tingkat capaian dan kemampuan yang serupa, dan memberikan intervensi pengajaran dan beragam aktivitas pembelajaran sesuai dari level pembelajarannya tersebut, bukan hanya melihat dari usia dan kelasnya.
Mengajarkan kemampuan dasar yang perlu dimiliki peserta didik dan menelusuri kemajuannya.
Jika anak berada di kelas 4 SD namun kemampuan dasar yang dimiliki belum sampai ke level yang diharapkan pada level kelas tersebut, maka guru perlu memberikan intervensi yang sesuai dengan kemampuan peserta didik saat itu, menuntaskan kebutuhan belajarnya, dan tidak memaksakan pengajaran yang ada di level kelas 4.
Ciri guru pembelajar bertaut dengan terciptanya pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, dan pendidik mengajar sesuai perkembangan peserta didik atau teach at the right level.

6/10/22

Mendapatkan akun Canva Pendidikan Cukup mendaftar dengan akun @igi.or.id

 


Kabar baik dan Istimewa untuk Anggota IGI di seluruh Indonesia, yesss.... apa itu?

Kerjasama IGI dan Canva yang ditindak lanjuti dengan lahirnya kanal resmi SAGUSAVA (Satu Guru Satu Canva) mempunyai tujuan mengajak guru-guru Indonesia memanfaatkan aplikasi canva dalam dunia pendidikan.

Bapak/ Ibu Anggota IGI di seluruh Indonesia saat ini tidak harus upload persyaratan dokumen seperti sertifikat pendidik, KTA IGI, Kartu NUPTK, atau dokumen pendukung pendidik lainnya serta menunggu beberapa jam atau hari sebagaimana proses biasanya saat mendaftar akun canva pendidikan dengan akun email lainnya, melainkan cukup mendaftar dan login menggunakan akun @igi.or.id, ini sungguh Istimewa karena sangat-sangat dimudahkan.

Bagaimana cara mendapatkan akun @igi.or.id ?

Caranya tentu sangat mudah, anda cukup menjadi anggota IGI dan terdaftar secara resmi di sistem keanggotaan IGI: anggota.igi.or.id, kemudian silahkan anda klaim akun @igi.or.id di sistem keanggotaan IGI, setelah mendapakan informasi akun @igi.or.id melalui email anda, silahkan segera aktifkan dan bisa anda gunakan untuk berbagai keperluan mengirim dan menerima email, termasuk untuk proses pendaftaran mendapatkan akun canva pendidikan. 


Bagaimana cara mendaftar dan mendapatkan akun canva Pendidikan dengan akun @igi.or.id?

  1. Silahkan kunjungi https://sagusava.igi.or.id/p/daftar.html, anda akan diarahkan ke halaman pendaftaran canva pendidikan di situs resmi canva, silahkan klik tombol Daftar sekarang.
  2. Selanjutnya silahkan anda klik tombol Lanjutkan dengan email, 
  3. Kemudian masukan email @igi.or.id yang sudah anda aktifkan
  4. Cek email @igi.or.id anda untuk mengambil deretan angka verifikasi kepemilikan email untuk dimasukan di canva.
  5. Selamat, akun canva pendidikan anda telah aktif dengan segudang fitur-fitur premium untuk mendukung berbagai kebutuhan desain pendidikan.

  • Simak video panduan cara registrasi cukup menggunakan Hp disini.
  • Simak video panduan mendapatkan akun @igi.or.id dan akun canva pendidikan disini.

Semoga pengguna akun IGI bijak dalam mendapatkan keistimewaan ini, jadi bisa langgeng whitelist akun @igi.or.id oleh canva.

6/2/22

Pengumuman bagi Anda yang ingin berkontribusi dalam Dunia Pendidikan!

 












Anda merupakan lulusan S1/D4?

Belum pernah terdaftar sebagai Guru di Dapodik?
Memiliki IPK tidak kurang dari 3.00?
Segera daftarkan diri anda untuk mengikuti seleksi PPG Prajabatan 2022!
Penuhi panggilan jiwa menjadi Guru sebagai Profesi yang mulia
Bersama PPG, kita bergerak memenuhi guru profesional!

2/10/20

Cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel Via AD-HOC

Pro.co.id – Laptop merupakan perangkat komputer yang mudah di bawa kemana-mana sehingga akan memudahkan semua pekerjaan anda di manapun dan kapanpun. namun terkadang banyak orang yang ingin mengambil data dari Laptop sebelahnya menggunakan Flashdisk sehingga tidak Efesien, padahala ada cara mudah yang bisa anda lakukan tanpa harus menggunakan Flashdisk yakni dengan menghubungkan Laptop keduanya tersebut. Namun biasanya untuk menghubungkan antara kedua Komputer atau Laptop memerlukan sebuah kabel LAN. Nah, kali ini akan bahas mengenai cara menghubungkan 2 Komputer tanpa kabel, Bagaimana caranya? Silahkan simak di bawah ini.
Untuk menghubungkan dua Komputer menggunakan Wlan pada Laptop biasanya fitur ini di namakan AD-HOC. Sebelum kita membahas mengenai bagaimana cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel Via AD-HOC, maka anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang di maskud dengan AD-HOC.
Ad-hoc adalah sebuah cara yang sangat simpel yang dapat menghubungkan dua buah Laptop tanpa perlu menggunakan kabel, jadi dalam hal ini yang di perlukan adalah Wlan dari masing-masing Laptop. yang mana salah satu Laptop tersebut sebagai Hotspot kemudian Laptop kedua sebagai Clientnya.

CARA MENGHUBUNGKAN DUA KOMPUTER TANPA KABEL

Seperti yang telah di katakan di atas bahwa sebenarnya untuk menghubungkan 2 Komputer ini anda bisa menggunakan kabel LAN dan kemudian di colokan pada Port RJ45. Namun, dalam menggunakan kabel di perlukan pengetahuan khusus dalam membuat kabel LAN agar terhubung yakni sebuah kabel Cross. Selain itu hanya dengan mengguanakn WLAN dari Laptop kita juga bisa menghemat biaya dalam membeli kabel, Konektor dan lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai kekurangan dan kelebihan jika menggunakan AD-HOC adalah sebagai berikut :
  • Jika menggunakan AD-HOC maka untuk melakukan Tranfer data lebih lambat di bandingkan dengan menggunakan Kabel LAN.
  • Hanya bisa terhubung dalam jangkauan area wifi adhoc
  • Sering Loss Packet pada saat anda melakukan Transfer data
Selain dari kekurangan di atas, ada beberapa keunggulan yang di dapatkan jika menggunakan AD-HOC. Sebagai berikut :
  • Yang paling utama adalah hemat biaya, karena anda tidak perlu membeli perangkat apapun
  • Bisa mengakses jaringan secara real time, jadi untuk responnya lebih cepat pada saat melakukan Pertukaran data.
  • Bisa di akses lebih dari 2 Komputer, sehingga akan lebih mudah melakukan pertukaran data dengan komputer lainnya.
Untuk mengaktifkan dan menggunakan AD-HOC pada Laptop anda, silahkan anda lihat di bawah ini :
  1. Pertama, silahkan anda buka Control Panel, kemudian pilih network and sharing Center
    Cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel 1
  2. Kemudian di lanjutkan dnegan klik Set up a New Connection or Network
    Cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel 2
  3. Setelah itu anda pilih di bagian paling bawah yakni set up a wireless network ad-hoc (computer-to-computer) network
    Cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel 3
  4. Maka nanti anda di minta untuk memasukan nama serta Password jaringan Wireles. untuk password yang anda buat minimal 8 Karakter
    Cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel 4
  5. Sampai disini anda sudah berhasil mengaktifkan Mode Ad-hoc, silahkan suruh teman anda untuk menghubungkan ke Laptop anda menggunakan Wifi.
    Cara Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Kabel 5
Dengan mengikuti langkah di atas, sekarang anda dengan mudah bisa melakukan pertukaran data tanpa perlu ribet harus menggunakan kabel LAN. Semoga Bermanfaat