4/30/13

Tips Membuat Brand Clothing Distro

Sebelumnya kali ini saya akan menulis Posting Tentang Tips Membuat Brand Clothing Distro dan saya mau ngupas tuntas tentang tips dan cara buka clothingan sendiri atau buka brand sendiri gitu gan. dari awal dan cara memasarkannya gan. walaupun modal cekak pun sebenarnya kita sudah bisa buka clothing sendiri gan karna makin canggihnya zaman yang dipenuhi teknologi. seperti menjualnya di online.!  
1. kalo kata pepatah apalah arti sebuah nama. sekarang kata kata itu gak penting kalo kita mau ngasih nama di brand kita gan. karna supaya brand kita tenar menjadi hot brand. nama pun harus bagus dan tidak kampungan.! sama seperti halnya petersaysdenim yang sekarang sudah GO INTERNASIONAL.!

2.yang kedua. bukalah wawasan yang luas, dengan cara mengetahui konveksi konveksi. tukang sablon dan tentang bahan bahan baju yang standar distro. tapi kebanyakan dari brand menggunakan bahan SOFT COOTTON COMBAD 30s. berbahan tipis alus adem dan nyaman.! sebenarnya kalo mau buka brand kita harus punya konveksi sendiri gan. tapi kalo modal cekak jangan dipaksaain gan karna skrng kita sudah bisa bikin di konveksi orang. bener kan..?

3.yang ketiga.! agan pernah liat gak kalo beli baju baru. pasti ada kan tuh labelnya dileher dan dibawah.! nah begitu pun kita kalo punya brand sendiri harus begitu tapi gampang kok murah biikin label . per/lusinnya cumen 2rb s/d 4rb tergantung besar kecilnya.! tapi minimal bikin 300lusin atau 200lusin

4.yang keempat.! DESAIN yang pastinya harus gak kalah keren sama produk produk yang sudah tenar alias sudah dapet nama.! tapi yang pastinya kita gak usah jadi plagiat brand orang.! Setidaknya dalam desain kita misa menaruh tulisan nama brand kita dibaju.! misalkan tema kita untuk edisi summer adalah gambar monster. nanti di atas monsternya ada tulisan nama brand kita..! hehehehe. DESAIN ini juga sangat penting gan . supaya orang suka.! yang pastinya desain harus SIMPLE tapi keren. trus kalo desainnya RAME tapi keliatannya kagak norak gitu gan.!

5.yang kelima . clothing distro sebenarnya bukan baju saja gan. banyak juga accecoris seperti TOPI SNAPBACK. FAT BRACELET . SEPATU JACKET BASEBALL TAS DOMPET. tapi itu semua sangat susah kalo kita masih awal . mungkin nanti saja kalo brand sudah laku keras kita kembangkan lagi dan lagi.!




CARA MEMASARKAN PRODUK
jujur Saya sih masih cetek dalam memasarkan tapi setidaknya masih ada ilmu ilmu yang nyangkut setelah Saya liat sejarah sejarah orang yang berhasil dalam menjalankan prdoduk clothingan seperti PETER FIRMANSYAH pendiri PETERSAYSDENIM.! oke langsung aje cekidot.!

1.yang pertama. kalo agan punya modal besar. kita bisa membuka toko distro . yang pastinya milihnya jangan asal asal'an . misalkan buka toko di tempat yang rame orang beli. misalkan di TEBET UTARA JAKSEL. itu udeh pasti laku gan kalo buka disitu. soalnya banyak banget distro disitu. pokoknya agan harus meneliti se detail detailnya kalo memilih lokasi yang pas buat berbisnis distro.!

khusus yang modal nya kecil . mungkin kita bisa pasarkan produk kita di ONLINE SEPERTI . FACEBOOK , KASKUS , TWITTER DLL. gak kalah hebat juga kok . kalo buka di online. karna skrng orang banyakan nyari di online biar gak ribet. karna harganya lebih murah dan fleksibel.! hehehhee.!

2.yang kedua. kalo yang modalnya kecil yang pastinya biar lebih tenar. kita harus mengadakan KONSINYASI.! waduh apaan tuh artinya konsinyasi.!

oke biar ane jelasin artinya konsinyasi: konsinyasi adalah menitipkan produk kita di toko distro. dengan cara sama sama untung . misalkan agan taro produk agan. misalkan nih ye 1. kaos agan hargain 50rb. agan suruh jual ke toko distronya 90rb. jadi kan agan untung. yang punya distro juga untung.! tapi ini nitip gan. bukan berarti toko distronya harus membayar ke agan alias beli dulu..! mane mau dianya gan..! hehehehe

3.nah kalo semua muanya sudah berjalan lancar bisnis berkembang. yang pastinya kita nyewa model . buat make brand kita. hehehee. biar TENAR GAN. bener kan..! misalkan agan make model ONADIO LEONARDO supaya pake brand agan yang pastinya orang orang bakalan ikut demen sama baju yang dipake onadio leonardo. karna kebnyakan orang begitu gan. ngikutin style artis yang keren.! hehehehehe

4.ingin lebih tenar lagi brand kita. bikin produk yang laen gan selain kaos.! misalkan TOPI,DOMPET,TAS,BACKPACK,KEMEJA,SWITER DLL yang berbau aksesoris.!

5.kalo pengen ditengok lagi sama customer agan jajal aja bukan STAND di JAKCLOTH 2012.  waduh apaan sih artinya jakcloth .?

okeh biar ane jelasin buat yang belom tau : JAKCLOTH adalah singkatan dari JAKARTA CLOTHING.! khusus jakarta doank. ini adalah festival terbesar clothing indonesia untuk memasarkan produknya di PARKIR TIMUR SENAYAN.! banyak selain clothing disana juga ada. Skateboard competition dan BMX. ada juga konser musik dan yang lain lain yang berbau anak remaja.! jakcloth diadakan setahun sekali gan. tapi karna banyaknya permintaan sekarang jakcloth diadakan setahun 2 kali

4/25/13

Membuat Efek ROL pada Foto dengan Plug in Photoshop

Sebelum melangkah ke tutorial mengenai Cara Membuat Efek ROL pada Foto dengan Plug-in Photoshop, kita caritau dulu yuk apa sih ROL itu? ROL atau Ray of Light jika di terjemahkan secara bebas adalah berkas sinar pada hasil foto yang tertangkap oleh sensor kamera. Berkas sinar ini bisa didapat secara alami dari sinar matahari dan sinar buatan dari lampu atau lighting. ROL merupakan salah satu faktor yang membuat sebuah foto menjadi ‘Wow’ dan lebih berdimensi seperti contoh foto berikut:
 

Rays of light
image by Shotter '81

Ray of Light
image by micopix


Ray of Lights
image by Mocci
++


Bagaimana cara menghasilkan ROL pada hasil foto kita? Ada beberapa cara, diantaranya:

1. Secara alami. 
Cara ini agak sulit dan membutuhkan kesabaran 'tingkat tinggi' karena harus menunggu ‘kebaikan’ alam menampakkan wujudnya sesuai kebutuhan kondisi ROL. Biasanya di pagi hari yang sedikit berkabut ROL akan terlihat di sela-sela dedaunan, atau sore hari menjelang matahari terbenam ROL akan terlihat di antara awan-awan mendung.
2. Dengan rekayasa di lokasi pemotretan. 
Efek ROL diciptakan sedemikian rupa di lokasi pemotretan dengan menggunakan asap buatan (bisa dari smoke machine atau asap hasil pembakaran dan memanfaatkan sinar matahari atau menggunakan continuous lighting).
3. Olah digital pada hasil foto. 
Efek ROL dihasilkan dengan menggunakan software editing foto atau olah digital antara lain yaitu photoshop.
Nah pada tutorial Cara Membuat Efek ROL pada Foto dengan Plug-in Photoshop ini saya menggunakan cara #1 (alami) dan #3 (olah digital). Seperti terlihat pada foto awal di bawah ini (maaf ya sob kualitas fotonya kurang bagus, maklum jepretnya pake hp). Foto ini saya jepret saat cuaca agak mendung, namun sinar matahari masih agak terang pas di tengah-tengah antara awan gelap dan garis horizon.
efek ROL alami pada foto
Pada foto di atas ROL terlihat masih samar-samar, karena itu kita akan mempertegas membuat ROL menjadi lebih jelas terlihat. Dengan aplikasi foto editing, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempertegas ROL tersebut, namun kali ini saya ingin sharing yang simple-simpel dulu sob, menggunakan plug-in Photoshop Nik Color Efex Pro 3.0. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Karena Color efek pro 3.0 adalah plug-in photoshop, maka yang pertama sobat harus punya  adalah aplikasi Photoshop terlebih dahulu, dan saya yakin kalau Photoshop pasti sudah ter-install di komputer sobat kan? Nah, tinggal sobat install Nik Color Efex Pro. Di sini saya tidak memberikan download programnya, silahkan sobat googling banyak pilihan tempat download bahkan beberapa gratis untuk versi yang pro 4. Saya asumsikan Color Efex Pro sudah plug-in di Photoshop, dan berikut ini langkah selanjutnya.

2. Buka aplikasi Photoshop dan Open ROL foto.

 3. Klik Filter > Nik Software > Color Efex Pro 3.0

4. Klik fitur Low Key dan atur setting seperti ilustasi gambar di bawah ini. Add Glow: 22%, Saturation: 63%, Effect Strength: 83%. Atau sobat bisa bermain dengan setting-an tersebut sesuai dengan selera sobat sampai sesuai dengan keingian seperti terlihat pada gambar di bawah-nya, kemudian klik Ok.
cara membuat efek ROL pada foto dengan nik color efex pro 3.0
cara membuat ROL ray of light foto

Nah, ini dia hasil efek ROL sebelum dan sesudah edit Low Key dengan Nik Color Efex Pro 3.0.
contoh hasil cara membuat efek ROL pada foto
Demikian tutorial singkat Cara Membuat Efek ROL pada Foto dengan Plug-in Photoshop. Tutorial tentang cara membuat efek ROL foto dengan fitur Radial Blur pada Photoshop akan saya posting kemudian. Semoga bermanfaat.

5 Elemen Komposisi dalam Fotografi

Dari berbagai sumber dan referensi, cukup banyak elemen-elemen yang membentuk komposisi pada sebuah foto. Tidak ingin terlalu melebar dengan banyaknya elemen tersebut, pada kesempatan kali ini saya ingin memulai dengan 5 elemen komposisi foto berikut ini:


1. Rule of Thirds

Dalam dunia fotografi, seperti juga pada pengertian Rule of Thirds pada daftar istilah L-R , atau disebut juga  aturan 1/3 bagian adalah merupakan suatu petunjuk bagaimana caranya memposisikan objek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Aturan ini mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan atau pedoman, karena tidak selamanya penempatan objek di 1/3 bagian foto lebih enak dilihat, tergantung dari objek dan hasil foto dari tiap fotografer. Untuk jelasnya pada ilustrasi gambar berikut:


rule of third composition

Posisi 1/3 bagian adalah pada titik-titik persimpangan atau pertemuan antara garis horisontal dan vertikal (salah satu posisinya adalah pada titik di bulatan biru), dan juga pada sepanjang garis vertikal atau horisontal (salah satu posisinya pada garis horisontal biru). Lebih jelas lagi pada contoh foto berikut:

Rule of Thirds Portrait

Rule of Thirds beach
image By Carson Matthews

2. Background - Latar Belakang

Latar belakang atau background yang ramai (busy) seringkali menggangu fokus pada objek utama, sedangkan keselarasan atau kesederhanaan background akan semakin mengarahkan fokus dan menguatkan objek utama.

rule of thirds Flower
image By Bahman Farzad

3. Pattern (Pola)

Banyak pattern atau pola disekitar kita, kumpulan pola yang sama seperti pada jendela-jendela gedung, tangga, atau pola pada sebuah daun.

building pattern composition
image By Mattias Backstrom

window building Pattern
image By VinothChandar

Banana leaf Pattern
image By David Boag

4. Lines (Garis)

Seringkali kita tidak menyadari kehadiran garis alami pada objek disekitar kita, seperti Horison (garis cakrawala), garis pantai, pematang sawah, jalan, rel kereta api, ubin keramik dan sebagainya. Pada dasarnya garis-garis tersebut dibagi menjadi 4, yaitu: horisontal, vertikal, diagonal dan lengkung (kurva).

Garis Horisontal

Horizontal Lines beach
image By jaikdean

Garis Vertikal
Vertical Lines composition
image By APharmGirl

Garis Diagonal
diagonal line composition
image By Marshall Anderson

Diagonal photography composition
image By Lars Trebing

Garis Lengkung (Kurva)
Curved komposisi fotografi
image By Tricia L2009

Flowe Curvy composition
image By mlh-photography
5. Framing (Pembingkaian)

Framing atau pembingkaian disini maksudnya adalah menggunakan objek lain dalam foto untuk membingkai objek utama. Lebih jelasnya pada foto berikut:

Framed Wall
image By robysaltori

framming composition

Membuat Watermark pada Foto

Kenapa harus membuat watermark pada hasil foto kita? yah sebenarnya tidak ada yang meng-harus kan juga sih, tapi mari kita pahami dulu pengertian watermark. Seperti pengertian pada artikel sebelumnya (Daftar Istilah Fotografi) pada abjad "W", watermark diterjemahkan secara bebas adalah "tanda air", maksudnya yaitu sebagai penanda objek, baik berupa gambar, suara atau video. Pada gambar atau foto, watermark biasanya digunakan sebagai penunjuk keasliannya atau untuk memberi tanda hak cipta.


Nah, walaupun hasil foto Anda tidak/belum bernilai komersial, tidak ada salahnya kan diberikan watermark? minimal sebagai informasi bahwa foto tersebut adalah Anda yang jepret :) Berikut step-step nya Cara Membuat Watermark pada Foto.

Step 1 - Pilih salah satu foto hasil karya Anda, kemudian buka dengan menggunakan Photoshop (pada tutorial ini saya menggunakan CS5). Foto yang saya gunakan adalah foto panning delman yang saya potret di seputaran Monumen Nasional (Monas).

Step 2 - Penulisan teks; tekan tombol T (Horizontal Type Tool) pada tool bar sebelah kiri, dan kita akan dibawa pada pangaturan huruf (font):


watermark photoshop
Lihat gambar di atas untuk langkah sesuai urutan nomor berikut:
1. Tipe huruf (set the family font), saya menggunakan Arial
2. Font style (set the font style), saya pilih Bold
3. Ukuran huruf (set the font size), saya pilih 48 pt, dan
4. Pilihan warna teks (select text color), saya menggunakan kode warna # bfb2b2, seperti gambar di bawah.


Empat pengaturan tersebut dapat dirubah-ubah sesuai dengan ukuran foto dan selera Anda, silahkan ber-eksperimen :)

Step 3 - Pada posisi tombol "T" masih aktif, tentukan posisi kursor pada bagian foto dimana watermark akan diletakkan dan klik, kemudian ketik kalimat yang diinginkan sebagai watermark. Setelah penulisan selesai klik tombol Move Tool (V) pada tool bar sebelah kiri. Pada kondisi ini teks yang sudah diketik juga dapat dipindah-pindahkan posisinya.

cara membuat watermark dengan photoshop

Step 4 - Langkah berikutnya adalah memberi efek pada teks, pilih Layer > Layer Style > Bevel dan Emboss. Pengaturannya seperti pada gambar berikut.


Klik Ok jika pengaturan sudah sesuai keinginan Anda.

Step 5 - Kita beralih pada palet Layer seperti pada gambar berikut, ganti blending options menjadi Screen dan Opacity 40% (cobalah untuk mengganti-ganti persentase tersebut sampai Anda mendapatkan hasil yang pas sesuai keinginan)

watermark photoshop

Step 6 - Jangan lupa untuk menyimpan file tersebut, File > Save As ... kemudian tentukan di folder mana file akan disimpan (Save in), beri nama file tersebut (File name) dan ganti format sesuai keingian Anda (JPEG, PNG atau TIFF).

Nah selesai sudah edit foto dengan watermark, berikut hasil-nya:

watermark photoshop cs5
Selamat mencoba, semoga bemanfaat :)

4/22/13

Tips Agar Foto Terlihat Menarik: Memilih Perspektif

Yang membedakan antara fotografer dengan pelukis atau desain grafis adalah fotografer tidak menciptakan unsur-unsur seni rupa namun “memilih”. Baik itu memilih garis, warna teksture, bentuk, bidang, maupun pola. Yang melekat pada objek. Seorang fotografer dituntut untuk peka melihat unsur-unsur  visual  di sekelilingnya dan mampu memahami prinsip umum seni.
Foto terlihat menarik salah satunya karena ketepatan dalam memilih perspektif. Pada saat anda melihat buah Apel, jangan hanya melihat apel tersebut sabagai buah saja. Tetapi cermati bagaimana keindahan  garis lengkung , bentuk, warna, dan seterusnya. Jika dilihat secara keseluruhan , mungkin bentuk apel kurang menarik . Cobalah memilih perspektif yang berbeda agar tercipta image baru (new look) yang secara visual membuat foto terlihat menarik. Coba perhatikan gambar 1 dan 2, terkadang bila melihat sesuatu sepenuhnya seperti melihat apel akan biasa saja namun bila dilihat secara terpisah/parsial maka Anda menemukan dimana sisi menarik objek yang akan Anda foto. Ambilah contoh lain seperti logo perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ,Apple, tidak akan ada yang menyangka bahwa dengan desain logo yang seperti itu mampu membuat kesan yang mendalam bagi siapa saja yang melihatnya.
Disekitar kita tentunya banyak benda-benda yang memiliki nilai artistik, Anda perlu belajar melihat untuk mengasah kejelian  dan kepekaan  rasa seni (sense of art). Nilai keindahan sering tersembunyi pada detail benda, detail tersebut bisa berupa garis, tekstur, warna, bidang, dan pola. Dan itu semua kembali lagi kepada sang fotografer pada titik visual mana ingin menangkap unsur-unsur tersebut, karena tiap orang akan memilih perspektif sendiri-sendiri.
lensafotografi.com
Gambar 1
Apel memiliki nilai estetika berupa garis lengkung, bentuk, tekstur, dan perbedaan warna
lensafotografi.com
Gambar 2
Penonjolan bidang tertentu untuk menciptakan image baru.
Ambilah contoh lagi bila  berplesiran ke sebuah kota dan menemukan bangunan yang unik atau  yang menjadi landmark kota tersebut tentunya anda ingin mengambil gambarnya. Fotografer biasanya akan menggunakan lensa wide angle  Untuk jenis fotografi seperti ini anda juga bisa mengambil gambar dari detail sudut-sudut dari bangunan tersebut, seperti daun jendela yang berjejer sehingga menimbulkan unsur visual yang berulang dan ada iramanya, pintu, ventilasi dll. Jadi jangan terpaku pada satu titik saja, foto terlihat menarik muncul dari kreativitas fotografer memilih perspektif.
star david
Gambar 3
Irama yang berulang-ulang dapat dijadikan objek foto, seperti ventilasi pintu yang berjejer tiga

Tips Agar Foto Terlihat Menarik: Prinsip Umum Seni

Ada banyak cara agar foto terlihat menarik, salah satu tips fotografinya adalah  menggunakan prinsip umum seni dan unsur visual yang ada.  Pertama-tama saya akan memberikan tips fotografi dari sisi seninya dulu, karena umumnya fotografi selalu dikaitkan dengan bagaimana seni pada momen yang tertangkap dengan kamera. Prinsip umum seni antara lain:
1. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan atau balance adalah pembagian bidang sama berat antara bagian kiri dan kanan, atau atas dan bawah. Prinsip keseimbangan berkaitan dengan bobot. Foto yang merupakan karya dua dimensi prinsip keseimbangan ditekankan pada bobot kualitatif atau bobot visual, artinya berat – ringannya obyek hanya dapat dirasakan. Foto dikatakan seimbang bila komposisi objek di bagian kanan dan kiri secara visual
lensafotografi.com
Gambar 1
keseimbangan komposisi antara kira dan kanan
terkesan sama beratnya. Pencapaian keseimbangan tidak harus menempatkan obyek secara simetris atau di tengah-tengah. Keseimbangan juga dapat diperoleh antara penggerombolan dengan obyek-obyek yang berukuran kecil dengan penempatan sebuah bidang yang berukuran besar. Atau mengelompokkan beberapa
 obyek yang berwarna ringan (terang) dengan sebuah obyek berwarna berat (gelap)Tekanan (emphasize)sehingga foto terlihat menarik.
lensafotografi.com
Gambar 2
Selective focus dengan DoF yang sempit, objek berupa ibu-ibu yang sedang mendorong sepeda.
2. Tekanan (emphasize)
Tips agar foto terlihat menarik selanjutnya  adalah terkait dengan tekanan. Pada fotografi bagian yang menarik perhatian menjadi persoalan/masalah prinsip penekanan yang lebih sering disebut prinsip dominasi. Dominasi/penonjolan objek pada fotografi dapat dicapai melalui alternatif  melalui menggerombolkan beberapa unsur, pengaturan  yang  berbeda, baik ukuran atau    warnanya. Seperti misalnya gambar orang dewasa pada sekelompok anak kecil, warna merah di antara warna kuning. Penempatan dominasi tidak mesti di tengah-tengah, walaupun posisi   tengah menunjukkan kesan stabil. Salah satunya dengan pengaturan DoF, Pada fitur kamera DSLR kita bisa mengatur agar DoF kecil sehingga bila membidik objek yang akan  tajam hanyalah objek itu saja secara otomatis penekanan yang ingin ditonjolkan pada objek itu saja.
Penonjolan salah satu objek  di dalam fotografi sering disebut focal point atau point of interest dengan focal point foto terlihat menarik karena disitulah sering yang ingin diketahui oleh penikmat fotografi. Ada beberapa cara untuk menonjolkan objek, diantaranya sebagai berikut:
lensafotografi.com
Gambar 3
Warna yang sangat kontras
a. Kontras
Kontras adalah perbedaaan mencolok antara satu elemen visual dengan elemen visual lainnya. Bisa berupa kekontrasan bentuk, warna, tekstur, bahan, dan sebagainya. Untuk menciptakan kontras, objek yang dianggap penting dibuat berbeda dengan elemen-elemen lainnya. Jika semua elemen mendatar (horizontal) maka objek yang akan anda tonjolkan dibuat tegak berdiri Ivertikal). Jika semua bidang berwarna dingin, maka bidang berwarna panas akan tampak menonjol.
b. Isolasi objek
Focal point dapat diciptakan dengan memisahkan objek dari beberapa objek lainnya. Secara visual, objek yang terisolasi akan lebih menarik perhatian. Bahasa gampangnya mudahnya,  objek yang anda foto terlihat nyeleneh dari yang lain.
c. Penempatan objek
Penempatan objek yang tepat akan menyebabkan foto terlihat menarik, Objek yang ditempatkan di tengah bidang atau titik pusat garis perspektif atau pada titik pusat garis persepektif akan menjadi focus perhatian. Elemen kunci ini sering disebut stopping power atau eye-cather karena tugasnya menghentikan  mata permirsa. Tanpa eye-catcher, perhatian orang akan lewat begitu saja. Objek yang kecil dapat pula menjadi focal point jika dikelilingi bidang kosong.
d. Irama (rhytm)
lensafotografi.com
Gambar 4
Unsul visual yang berulang-ulang sehingga menimbulkan irama
Irama dalam fotografi dapat timbul jika ada pengulangan yang teratur dari unsur yang digunakan. Irama dapat  terjadi pada fotografi karena adanya pengaturan unsur garis, raut, warna, teksture, gelap-terang secara berulang-ulang. Sering melihat objek foto berupa sawah subak, tentunya foto terlihat menarik karena adannya unsure visual yang berulang-ulang  unsur visual tersebut berupa garis lengkung  kontur tanah.
unsur-unsur Pengulangan unsur bisa bergantian yang biasa disebut irama alternatif. Irama dengan perubahan ukuran (besar-kecil) disebut irama progresif. Irama gerakan mengalun atau Flowing dapat dilakukan secara kontinyu (dari kecil ke besar) atau sebaliknya. Irama repetitif adalah pengulangan bentuk, ukuran, dan  warna yang sama (monotun).
e. Kesatuan (unity)
Tips terkahir dari prinsip umum seni agar mendapatkan foto terlihat menarik adalah menyatukan prinsip-prinsip yang sudah saya jelaskan tadi. Untuk mendapatkan suatu kesan kesatuan yang lazim disebut unity memerlukan prinsip keseimbangan, irama, proporsi, penekanan dan keselarasan. Antara bagian yang satu dengan yang lain merupakan suatu kesatuan yang utuh, saling mendukung dan sistematik membentuk suatu karya fotografi. Dalam penerapannya pada fotografi prinsip kesatuan menekankan pada pengaturan obyek atau komponen obyek secara berdekatan atau penggerombolan unsur atau bagian-bagian. Dalam kekriyaan pengaturan ini bisa dilakukan atau dapat dilakukan dengan cara permainan teknik pahatan, memformulasikan obyek, subyek, dan isian-isian pada suatu bidang garapan.
Sumber:
Rakhmat Supriyono , Your Guide to Good Photography

Teknik Populer untuk Komposisi Fotografi

The Rule of Thirds

Bagi sebagian penghobi fotografi ini merupakan salah satu rumus penting dalam memfoto objek, terserah alat yang digunakan  baik itu kamera DSLR, poket, prosumer lomo atau hanya sekedar kamera hp. Tips ini dapat di kombinasikan dengan tips sebelumnya yang sudah dijelaskan yaitu prinsip umum seni, unsur-unsur visual, dan memilih perspektif. Dengan tips foto  the rule of third ini mampu membuat foto yang dihasilkan terasa menjadi lebih menarik. Bukan hanya foto bahkan pelukis juga menggunakan konsep ini untuk menghasilkan foto yang bagus. The rule of thirds adalah pembagian bidang gambar menjadi tiga bagian vertical dan tiga bagian horizontal. Garis-garis vertical dan horizontal ini merupakan  posisi penempatan objek paling ideal. Dalam dunia fotografi, the Rule of third atau aturan 1/3 bagian adalah petunjuk bagaimana caranya memposisikan obyek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Teknik ini juga termasuk dalam mengkomposisikan obyek kedalam satu frame, dengan posisi yang tepat mengikuti acuan aturan sepertiga itu.Aturan ini mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan, sebab tidak selamanya penempatan obyek di 1/3 bagian foto itu nikmat untuk dilihat bergantung dari obyek dan hasil foto yang dihasilkan oleh fotografer.
Bidang foto dibagi menjadi tiga bagian. vertikal dan horizontal, garis-garis ini merupakan posisi yang ideal untuk penempatan objek utama. Ambil contoh  di perpotongan tersebut menjadi titik penempatan point of interest, the rule of third digabungkan dengan prinsip umum seni dengan menonjolkan kontras pada objek.
lensafotografi.com
Gambar 1
Pembagian bidang menjadi 1/3 baik itu horizontal dan vertical.
lensafotografi.com
Gambar 2
Focus pada mata dan ditemoatkan pada bagian 1/3, menciptakan focus pada bagian kepala objek.

Bila hendak portrait fokuskan pada mata, dan letakkan pada 1/3  bagian frame baik itu horizontal dan vertikal. Hal ini membuat objek foto akan lebih menonjol.
lensafotografi.com
Gambar 3
Unsur-unsur garis (badan, tangan, garis horizontal) ditempatkan pada sepertiga bidang
Unsur visual berupa garis yaitu badan ditempatkan pada 1/3 frame menciptakan ruang kosong, foto terlihat lebih menraik dengan penggabungan unsur visual dan aturan the rule of third.
lensafotografi.com
Gambar 4
Posisi mata berada pada garis sepertiga bidang
Perpotongan dua garis vertikal dan dua garis horizontal menghasilkan empat titik potong. Empat titik ini merupakan posisi paling ideal  untuk penempatan  point of interest, dimana mata menjadi point of interest.
lensafotografi.com
Gambar 5
Objek utama pada titik sepertiga bidang menjadi point of interest

Sumber : http://www.lensafotografi.com

Belajar Teknik Fotografi Untuk Pemula

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah ada cara belajar fotografi yang gampang dan mudah dipahami? Apakah Ada tips, trik atau teknik fotografi  untuk yang  baru belajar? Pertanyaan-pertanyaan ini yang sering ditanyakan oleh pemula. Sebenarnya banyak buku dan website  mengenai fotografi dimana penjelasan teknik fotografi dari ISO, Aperture, shutter speed dll cukup lengkap namun yang menjadi kendala adalah dari mana harus memulai belajar fotografi. Belajar tentunya tidak bisa langsung bisa, tentunya ada langkah-langkah yang harus dipahami. Bagi sebagian orang seperti saya pembelajaran haruslan runtun satu persatu ada alurnya. Berikut ada langkah-langkah yang bisa membantu untuk belajar teknik fotografi bagi pemula yag kebingungan harus memulai dari mana:
  1. teknik fotografi
    Seorang anak yang mencoba belajat memotret
    Pahami dahulu bagaimana kamera anda bekerja. Coba pelajari tombol-tombol di kamera anda, pahami fungsinya apa saja. Jangan lupa menu dan fungsi-fungsi juga, buku petunjuk atau manual book jangan sampai hilang karena buku ini penting bila kamera anda berbeda dengan kamera yang banyak digunakan orang. Aplikasi teknik fotografi apapun tanpa penguasaan kamera DSLR hasilnya tidak akan maksimal. Sekedar pengetahun ada baiknya anda juga mengerti perbedaan antara kamera DSRL yang professional dan pemula, kenapa? Sebenarnya prinsip kamera semua sama namun ada beberapa fasilitas pada kamera DSLR professional yang tidk ada di kamera pemula.  Anda bisa membaca kembali post anatomi Kamera DSLR dan perbedaan kamera DSLR Pemula dan Proffesional
  2. Selanjutnya adalah mempelajari tiga kompenen penting dalam fotografi yang sering disebut juga segitiga eksposure yaitu: shutter speed, aperture, dan ISO. Terkadang beberapa fotografer melakukan kombinasi dari ketiga hal diatas dan menciptakan teknik fotografi yang baru. Semisal shutter speed rendah dengan Aperture besar untuk memotret low light dimalam hari.
a.  Shutter speed
Penjelasan secara teoritis silakan baca post tiga komponen penting fotografi-shutter speed. Coba anda bermain-main sekaligus bereksperimen dengan shutter speed, tau dimana letak pengaturan shutter speed kan? Silahkan baca kembali tulisan diatas. Anda bisa bereksperimen di jalan, foto salah satu kendaraan yang lewat dari pinggir jalan dengan penaturan  shutter speed 1/30 dan 1/100. Bandingkan hasilnya diantara dua kecepatan shutter.  Pada angkan 1/30 hasil nya, objek foto akan seperti berkelebat sedangkan pada angka 1/100 objek foto tampak seperti membeku.
b. Aperture
Penjelasan teoritisnya bisa dilihat pada post tiga komponen penting fotografi: Aperture. Aperture dalam bahasa Indonesia berarti diafragma kamera. Aperture juga erat kaitannya dengan Depth of Field (Dof), silahkan baca teorinya di Memahami Depth of Field. Semakin besar anda membuka aperture dan ditandai dengan angka bukaan yang kecil f 1.8, f 2.4, maka semakin banyak cahaya yang masuk kedalam sensor/film. Silahkan anda mencoba memfoto objek dengan bukaan aperture yang besar semisal dengan f 1.8 maka hasilnya background akan blur dan tajam hanya pada objek saja biasanya teknik fotografi ini digunakan untuk fotografi portrait. Berbeda bila anda memfoto dengan aperture dengan bukaan kecil seperti f 8/ f 11 maka seluruh bagian foto akan tampak tajam dan teknik fotografi ini cocok untuk fotografi landscape.
c. ISO
Sebelum saya memberikan contoh dalam penggunaan ISO ada baiknya membaca post tiga komponen penting dalam fotografi: ISO. Hal ini penting bagi pemula karena penggunaan ISO sangat terkaitan dengan noise, dengan ISO yang rendah maka noise di foto akan berkurang dan ini salah satu tips mengatasi noise. Anda bisa bereksperimen dengan mengubah-ubah angka ISO di kamera anda pada saat memotret foto. Hasilnya silahkan lihat anda memperbesar foto di computer, Akan terlihat perbedaan  yang jelas. Salah satu teknik untuk mendapatkan foto yang tajam anda harus mengkombinasikan ISO yang rendah dengan aperture bukaan besar, teknik fotografi ini mudah digunakan dan diaplikasn dan hasilnya memuaskan.
  1. teknik fotografi
    Dalam sebuah foto ada baiknya menambah prinsip seni, unsur visual, sudut pandang dan the rule of third agar menghasilkan komposisi foto yang menarik
    Langkah ketiga yang perlu anda pelajari agar foto anda terlihat menarik adalah adalah memahami
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan dan tekanan. Prinsip keseimbangan ini sangat penting karena tanpa keseimbangan yang tepat maka foto akan terlihat ganji. Aplikasi dari teknik fotografi ini semisal  anda menemukan  beberapa  obyek batu yang berwarna ringan (terang) lalu anda hendak memotretnya maka yang diperlukan adalah anda perlu mencari sesuatu yang gelap untuk mengimbanginya dengan bebatuan yang gelap. Selanjutnya menimbulkan pada tekanan pada foto anda, ada beberapa macam cara seperti objek yang kontras, mengisolasi objek, penempatan objek yang tepat, objek yang menampilkan irama, dan kesatuan dari cara-cara yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Didalam foto sebaik anda menambahkan unsur visual seperti garis, bidang (shape), warna, texture, dan pola. Foto akan terasa hampa bila dan kosong bila anda tidak beberapa unsur tersebut, tidak perlu semuanya paling tidak satu terutama untuk fotografi landscape kaena hal ini yang menjadikan foto tersebut menarik.
teknik fotografi
Aplikasi The Rule Of third membuat foto menjadi lebih menarik
Memilih juga sangat penting, persepektif juga dapat ditimbulka memalui pengambilan sudut foto. Ada beberapa cara untuk pengambilan sudut foto dan  semuanya akan menampilkan karakteristik foto yang berbeda-beda. Sudut pengambilan gambar  tergantung fotografer menempatkan kamera untuk mengambil sebuah objek. Pengambilan sudut gambar akan sangat mempengaruhi pemirsa yang melihat foto anda  sekaligus teknik fotografi ini akan mempengaruhi hasil foto yang anda ambil. Sudut pengambilan ada beberapa macam seperti profile angle, full frontal angle, side angle, high angle, low angle, dan back angle. Untuk memahami bagaimana aplikasi teknik fotografi ini silahkan baca kembali post saya Tips Teknik Fotografi Pengambilan Sudut Foto.
The rule of third adalah cara menempatkan objek di dalam frame foto. The rule of thirds adalah pembagian bidang gambar menjadi tiga bagian vertical dan tiga bagian horizontal. Garis-garis vertical dan horizontal ini merupakan  posisi penempatan objek paling ideal. Dalam dunia fotografi, the Rule of third atau aturan 1/3 bagian adalah petunjuk bagaimana caranya memposisikan obyek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Teknik fotografi ini juga termasuk dalam mengkomposisikan obyek kedalam satu frame, dengan posisi yang tepat mengikuti acuan aturan sepertiga itu. Aturan ini mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan, sebab tidak selamanya penempatan obyek di 1/3 bagian foto itu nikmat untuk dilihat bergantung dari obyek dan hasil foto yang dihasilkan oleh fotografer.
Sumber : www.lensafotografi.com

Photo Editing dengan Koreksi Warna dan Kontras

Sebelumnya pada artikel-artikel sebelumnya banyak membahas berbagai macam teknik fotografi, salah satunya adalah tentang pengaturan white balance. Dimana white balance sangat penting agar warna pada foto sesuai denngan aslinya. Umumnya bagi yang baru belajar fotografi menggunakan kamera DSLR dan penghobi fotografi awam sering sekali meleset dalam menentukan white balance oleh karena itu perlu adanya photo editing untuk mengkoreksi warna tersebut.
Sebaik apapun teknik fotografi anda kuasai bila anda tidak mengindahkan pengaturan white balance maka semua akan amburadul. Fitur white balance mengatur kompensasi warna agar hasil foto terlihat natural. Setiap kali Anda memotret, temperature sumber cahaya tidak dapat dipastikan ; apakah itu cahaya matahari, lampu neon, lampu minyak, atau sumber cahaya lainnya. Semakin rendah temperature sumber cahaya, warna akan semakin kekuningan. Sebaliknya, semakin tinggi temperature sumber cahaya, warna yang terekam akan semakin kebiruan sehingga pengaturan warna foto dengan White  Balance tidak bisa dianggap remeh. Umumnya di kamera-kamera DSLR terbaru sudah ada fitur untuk photo editing namun kadang belum akurat karena ukuran LCD yang kecil sering menimbulkan bias terutama pada setingan auto white balance. Saya menyarankan lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena photo editing terkadang tidak segampang yang kita kira.
Cukup banyak software yang dapat digunakan untuk photo editing, kali ini saya menggunakan photoshop yang umum digunakan saja. Perlu diingat photo editing tidak harus terpaku dengan menggunakan salah satu piranti lunak, anda bisa menggunakan berbagai macam piranti lunak lainnya. Di photoshop ada 3 fitur untuk koreksi otomatis untuk photo editing yaitu, auto color, auto, contrast, dan auto tone. Auto color hanya akan mengkoreksi warna secara otomatis, tidak mengkoreksi kontras atau tingkat gelap dan terang pada foto. Untuk mengkoreksi warna dan kontras sekaligus, gunakan perintah auto tone. Berikut perbedaan ketiganya
photo editing
Perbedaan koreksi pada foto
Foto 1 merupakan foto asli, foto 2 merupakan foto auto color, foto 3 merupakan auto contrast, dan yang 4 adalah auto tone. Lihat perbedaannya kan?
Photo editing  yang tepat  yaitu dengan koreksi warna dan kontras akan menghasilkan balance exposure namun sering sekali  kita ingin mengkoreksi foto koreksi agar terlihat menjadi lebih bagus namun terkadang malah terjadi sebaliknya. Jadi dipilah-pilah yang ingin di koreksi, tentukan dengan sense of art anda sendiri. Untuk kali ini balajar fotografi  koreksi warna dan kontras akan saya buka dengan  menggunakan contoh auto color Photoshop, terserah dengan photoshop apa saja serinya. Umumnya semua seri photoshop memiliki fasilitas untuk mengkoreksi gambar. Teknik fotografi dan sentuhan Silahkan liat perbandingan antara dua gambar dibawah ini:
Teknik Fotografi
Koreksi warna dengan auto color
Foto yang sebelah kiri merupakan photo editing yang telah dikoreksi dengan auto color sedangkan kanan adalah foto asli. Nah terlihat bedakan? Yang mana terlihat lebih bagus? Silhakan pilih tentukan sendiri  he2x…
Untuk menggunakan fitur auto color auto contrast, dan auto tone silahkan buka photoshop anda terlebih dahulu, lalu buka foto yang ingin anda koreksi warnanya.  Lalu anda buka Image>> pilih salah satu dari auto color, auto tone, atau auto tone dimana  saya contohkan dengan memilih auto color
Teknik Fotografi
Buka Image lalu ada pilihan auto tone, auto contrast, dan auto color
Setelah dikoreksi maka warna foto akan berubah warna menjadi seperti gambar dibawah ini
Teknik fotografi
Setelah koreksi auto color
Perintah auto color kadang dapat mengkoreksi warna dengan tepat, namun kadang juga memberikan warna tidak seperti yang diinginkan (seperti gambar diatas). Disarankan untuk menggunakan  Auto color hanya pada foto-foto yang ingin dikoreksi secara minimal saja. Nah sudah paham menggunakan auto color, bila sudah paham maka auto contrast dan auto tone akan sama mudahnya dengan auto color. Ingat photo editing dan sentuhan dengan photo editor bisa membuat foto menjadi bagus atau malah sebaliknya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam photo editing di dunia fotogarafi terutama bila anda ingin mengikuti lomba-lomba fotografi. Pertama-tama umumnya anda hanya diperbolehkan untuk mengkoreksi kontras tanpa melakukan perubahan warna apalagi objek yang anda potret. Berbeda tentunya bila anda dalam lomba photo editing, anda bisa bebas berekspresi dengan foto yang anda miliki, terserah mau diapakan saja.
Pengalaman saya apabila sejak awal kita tidak bisa menyeimbangkan exposure pada foto maka akan menyulitkan untuk mengkoreksi kontras dan warna. Foto akan over exposure seperti terbakar dan putih,  dan apabila under exposure maka foto akan terlihat gelap bahkan tidak terlihat apa-apa.  Disini photo editing diperlukan namun jangan diharapkan sebagus apabila anda bisa mendapatkan foto yang balance exposure.
Foto: